Minggu, 24 Mei 2009
SENI TARI JAWA TENGAHTari sering disebut juga ”beksa”, kata “beksa” berarti “ambeg” dan “esa”, kata tersebut mempunyai maksud dan pengertian bahwa orang yang akan menari haruslah benar-benar menuju satu tujuan, yaitu menyatu jiwanya dengan pengungkapan wujud gerak yang luluh.Seni tari adalah ungkapan yang disalurkan / diekspresikan melalui gerak-gerak organ tubuh yang ritmis, indah mengandung kesusilaan dan selaras dengan gending sebagai iringannya. Seni tari yang merupakan bagian budaya bangsa sebenarnya sudah ada sejak jaman primitif, Hindu sampai masuknya agama Islam dan kemudian berkembang. Bahkan tari tidak dapat dilepaskan dengan kepentingan upacara adat sebagai sarana persembahan. Tari mengalami kejayaan yang berangkat dari kerajaan Kediri, Singosari, Majapahit khususnya pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk.Surakarta merupakan pusat seni tari. Sumber utamanya terdapat di Keraton Surakarta dan di Pura Mangkunegaran. Dari kedua tempat inilah kemudian meluas ke daerah Surakarta seluruhnya dan akhirnya meluas lagi hingga meliputi daerah Jawa Tengah, terus sampai jauh di luar Jawa Tengah. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu sudah ada sejak berdirinya Kraton Surakarta dan telah mempunyai ahli-ahli yang dapat dipertanggungjawabkan. Tokoh-tokoh tersebut umumnya masih keluarga Sri Susuhunan atau kerabat kraton yang berkedudukan. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu kemudian terkenal dengan Tari Gaya Surakarta. Macam-macam tariannya :Srimpi, Bedaya, Gambyong, Wireng, Prawirayuda, Wayang-Purwa Mahabarata-Ramayana. Yang khusus di Mangkunegaran disebut Tari Langendriyan, yang mengambil ceritera Damarwulan.Dalam perkembangannya timbullah tari kreasi baru yang mendapat tempat dalam dunia tari gaya Surakarta. Selain tari yang bertaraf kraton (Hofdans), yang termasuk seni tari bermutu tinggi, di daerah Jawa Tengah terdapat pula bermacam-macam tari daerah setempat. Tari semacam itu termasuk jenis kesenian tradisional, seperti :-- Dadung Ngawuk, Kuda Kepang, Incling, Dolalak, Tayuban, Jelantur, Ebeg,Ketek Ogleng, Barongan, Sintren, Lengger, dll.Pedoman tari tradisional itu sebagian besar mengutamakan gerak yang ritmis dan tempo yang tetap sehingga ketentuan-ketentuan geraknya tidaklah begitu ditentukan sekali. Jadi lebih bebas, lebih perseorangan.Dalam seni tari dapat dibedakan menjadi klasik, tradisional dan garapan baru. Beberapa jenis tari yang ada antara lain :1. Tari Klasik-- Tari Bedhaya :Budaya Islam ikut mempengaruhi bentuk-bentuk tari yang berangkat pada jaman Majapahit. Seperti tari Bedhaya 7 penari berubah menjadi 9 penari disesuaikan dengan jumlah Wali Sanga. Ide Sunan Kalijaga tentang Bedhaya dengan 9 penari ini akhirnya sampai pada Mataram Islam, tepatnya sejak perjanjian Giyanti pada tahun 1755 oleh Pangeran Purbaya, Tumenggung Alap-alap dan Ki Panjang Mas, maka disusunlah Bedhaya dengan penari berjumlah 9 orang. Hal ini kemudian dibawa ke Kraton Kasunanan Surakarta. Oleh Sunan Pakubuwono I dinamakan Bedhaya Ketawang, termasuk jenis Bedhaya Suci dan Sakral, dengan nama peranan sebagai berikut :a. Endhel Pojokb. Batakc. Gulud. Dhadae. Buncitf. Endhel Apit Ngajengg. Endhel Apit Wurih. Endhel Weton Ngajengi. Endhel Weton WuriBerbagai jenis tari Bedhaya yang belum mengalami perubahan :-- Bedhaya Ketawang lama tarian 130 menit-- Bedhaya Pangkur lama tarian 60 menit-- Bedhaya Duradasih lama tarian 60 menit-- Bedhaya Mangunkarya lama tarian 60 menit-- Bedhaya Sinom lama tarian 60 menit-- Bedhaya Endhol-endhol lama tarian 60 menit-- Bedhaya Gandrungmanis lama tarian 60 menit-- Bedhaya Kabor lama tarian 60 menit-- Bedhaya Tejanata lama tarian 60 menitPada umumnya berbagai jenis Bedhaya tersebut berfungsi menjamu tamu raja dan menghormat serta menyambut Nyi Roro Kidul, khususnya Bedhaya Ketawang yang jarang disajikan di luar Kraton, juga sering disajikan pada upacara keperluan jahat di lingkungan Istana. Di samping itu ada juga Bedhaya-bedhaya yang mempunyai tema kepahlawanan dan bersifat monumental.Melihat lamanya penyajian tari Bedhaya (juga Srimpi) maka untuk konsumsi masa kini perlu adanya inovasi secara matang, dengan tidak mengurangi ciri dan bobotnya.Contoh Bedhaya garapan baru :-- Bedhaya La la lama tarian 15 menit-- Bedhaya To lu lama tarian 12 menit-- Bedhaya Alok lama tarian 15 menitdll.-- Tari SrimpiTari Srimpi yang ada sejak Prabu Amiluhur ketika masuk ke Kraton mendapat perhatian pula. Tarian yang ditarikan 4 putri itu masing-masing mendapat sebutan : air, api, angin dan bumi/tanah, yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Sedang nama peranannya Batak, Gulu, Dhada dan Buncit. Komposisinya segi empat yang melambangkan tiang Pendopo. Seperti Bedhaya, tari Srimpipun ada yang suci atau sakral yaitu Srimpi Anglir Mendhung. Juga karena lamanya penyajian (60 menit) maka untuk konsumsi masa kini diadakan inovasi. Contoh Srimpi hasil garapan baru :Srimpi Anglirmendhung menjadi 11 menitSrimpi Gondokusumo menjadi 15 menitdll.Beberapa contoh tari klasik yang tumbuh dari Bedhaya dan Srimpi :a. Beksan Gambyong : berasal dari tari Glondrong yang ditarikan oleh Nyi Mas Ajeng Gambyong. Menarinya sangat indah ditambah kecantikan dan modal suaranya yang baik, akhirnya Nyi Mas itu dipanggil oleh Bangsawan Kasunanan Surakarta untuk menari di Istana sambil memberi pelajaran kepada para putra/I Raja. Oleh Istana tari itu diubah menjadi tari Gambyong.Selain sebagai hiburan, tari ini sering juga ditarikan untuk menyambut tamu dalam upacara peringatan hari besar dan perkawinan. Adapun ciri-ciri Tari ini :-- Jumlah penari seorang putri atau lebih-- Memakai jarit wiron-- Tanpa baju melainkan memakai kemben atau bangkin-- Tanpa jamang melainkan memakai sanggul/gelung-- Dalam menari boleh dengan sindenan (menyanyi) atau tidak.b. Beksan Wireng : berasal dari kata Wira (perwira) dan 'Aeng' yaitu prajurit yang unggul, yang 'aeng', yang 'linuwih'. Tari ini diciptakan pada jaman pemerintahan Prabu Amiluhur dengan tujuan agar para putra beliau tangkas dalam olah keprajuritan dengan menggunakan alat senjata perang. Sehingga tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang dengan menggunakan alat perang. Ciri-ciri tarian ini :-- Ditarikan oleh dua orang putra/i-- Bentuk tariannya sama-- Tidak mengambil suatu cerita-- Tidak menggunakan ontowacono (dialog)-- Bentuk pakaiannya sama-- Perangnya tanding, artinya tidak menggunakan gendingsampak/srepeg, hanya iramanya/temponya kendho/kenceng-- Gending satu atau dua, artinya gendhing ladrang kemudianditeruskan gendhing ketawang-- Tidak ada yang kalah/menang atau mati.c. Tari Pethilan : hampir sama dengan Tari Wireng. Bedanya Tari Pethilan mengambil adegan / bagian dari ceritera pewayangan.Ciri-cirinya :-- Tari boleh sama, boleh tidak-- Menggunakan ontowacono (dialog)-- Pakaian tidak sama, kecuali pada lakon kembar-- Ada yang kalah/menang atau mati-- Perang mengguanakan gendhing srepeg, sampak, gangsaran-- Memetik dari suatu cerita lakon.Contoh dari Pethilan :-- Bambangan Cakil-- Hanila-- Prahasta, dll.d. Tari Golek : Tari ini berasal dari Yogyakarta. Pertama dipentaskan di Surakarta pada upacara perkawinan KGPH. Kusumoyudho dengan Gusti Ratu Angger tahun 1910. Selanjutnya mengalami persesuaian dengan gaya Surakarta. Tari ini menggambarkan cara-cara berhias diri seorang gadis yang baru menginjak masa akhil baliq, agar lebih cantik dan menarik. Macam-macamnya :-- Golek Clunthang iringan Gendhing Clunthang-- Golek Montro iringan Gendhing Montro-- Golek Surungdayung iringan Gendhing Ladrang Surungdayung, dll.e. Tari Bondan : Tari ini dibagi menjadi :-- Bondan Cindogo-- Bondan Mardisiwi-- Bondan Pegunungan/Tani.Tari Bondan Cindogo dan Mardisiwi merupakan tari gembira, mengungkapkan rasa kasih sayang kepada putranya yang baru lahir. Tapi Bondan Cindogo satu-satunya anak yang ditimang-timang akhirnya meninggal dunia. Sedang pada Bondan Mardisiwi tidak, serta perlengakapan tarinya sering tanpa menggunakan kendhi seperti pada Bondan Cindogo. Ciri pakaiannya :-- Memakai kain Wiron-- Memakai Jamang-- Memakai baju kotang-- Menggendong boneka, memanggul payung-- Membawa kendhi (dahulu), sekarang jarang.Untuk gendhing iringannya Ayak-ayakan diteruskan Ladrang Ginonjing. Tapi sekarang ini menurut kemampuan guru/pelatih tarinya. Sedangkan Bondan Pegunungan, melukiskan tingkah laku putri asal pegunungan yang sedang asyik menggarap ladang, sawah, tegal pertanian. Dulu hanya diiringi lagu-lagu dolanan tapi sekarang diiringi gendhing-gendhing lengkap. Ciri pakaiannya :-- mengenakan pakaian seperti gadis desa, menggendong tenggok, memakai capingdan membawa alat pertanian.-- Di bagian dalam sudah mengenakan pakaian seperti Bondan biasa, hanya tidak memakai jamang tetapi memakai sanggul/gelungan. Kecuali jika memakai jamang maka klat bahu, sumping, sampur, dll sebelum dipakai dimasukkan tenggok.Bentuk tariannya ; pertama melukiskan kehidupan petani kemudian pakaian bagian luar yang menggambarkan gadis pegunungan dilepas satu demi satu dengan membelakangi penonton. Selanjutnya menari seperti gerak tari Bondan Cindogo / Mardisiwi.f. Tari Topeng :Tari ini sebenarnya berasal dari Wayang Wong atau drama. Tari Topeng yang pernah mengalami kejayaan pada jaman Majapahit, topengnya dibuat dari kayu dipoles dan disungging sesuai dengan perwatakan tokoh/perannya yang diambil dari Wayang Gedhog, Menak Panji. Tari ini semakin pesat pertumbuhannya sejak Islam masuk terutama oleh Sunan Kalijaga yang menggunakannya sebagai penyebaran agama. Beliau menciptakan 9 jenis topeng, yaitu topeng Panji Ksatrian, Condrokirono, Gunung sari, Handoko, Raton, Klono, Denowo, Benco(Tembem), Turas (Penthul). Pakaiannya dahulu memakai ikat kepala dengan topeng yang diikat pada kepala.2. Tari TradisionalSelain tari-tari klasik, di Jawa Tengah terdapat pula tari-tari tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu. Kesenian tradisional tersebut tak kalah menariknya karena mempunyai keunikan-keunikan tersendiri. Beberapa contoh kesenian tradisional :a. Tari Dolalak, di Purworejo.Pertunjukan ini dilakukan oleh beberapa orang penari yang berpakaian menyerupai pakaian prajurit Belanda atau Perancis tempo dulu dan diiringi dengan alat-alat bunyi-bunyian terdiri dari kentrung, rebana, kendang, kencer, dllnya. Menurut cerita, kesenian ini timbul pada masa berkobarnya perang Aceh di jaman Belanda yang kemudian meluas ke daerah lain.b. Patolan (Prisenan), di Rembang.Sejenis olahraga gulat rakyat yang dimainkan oleh dua orang pegulat dipimpin oleh dua orang Gelandang (wasit) dari masing-masing pihak. Pertunjukan ini diadakan sebagai olah raga dan sekaligus hiburan di waktu senggang pada sore dan malam hari terutama di kala terang bulan purnama. Lokasinya berada di tempat-tempat yang berpasir di tepi pantai. Seni gulat rakyat ini berkembang di kalangan pelajar terutama di pantai antara kecamatan Pandagan, Kragan, Bulu sampai ke Tuban, Jawa Timur.c. Blora.Daerah ini terkenal dengan atraksi kesenian Kuda Kepang, Barongan dan Wayang Krucil(sejenis wayang kulit terbuat dari kayu).d. PekalonganDi daerah Pekalongan terdapat kesenian Kuntulan dan Sintren. Kuntulan adalah kesenian bela diri yang dilukiskan dalam tarian dengan iringan bunyi-bunyian seperti bedug, terbang, dllnya. Sedangkan Sintren adalah sebuah tari khas yang magis animistis yang terdapat selain di Pekalongan juga di Batang dan Tegal. Kesenian ini menampilkan seorang gadis yang menari dalam keadaan tidak sadarkan diri, sebelum tarian dimulai gadis menari tersebut dengan tangan terikat dimasukkan ke dalam tempat tertutup bersama peralatan bersolek, kemudian selang beberapa lama ia telah selesai berdandan dan siap untuk menari. Atraksi ini dapat disaksikan pada waktu malam bulan purnama setelah panen.e. Obeg dan Begalan.Kesenian ini berkembang di Cilacap. Pemain Obeg ini terdiri dari beberapa orang wanita atau pria dengan menunggang kuda yang terbuat dari anyaman bambu (kepang), serta diiringi dengan bunyi-bunyian tertentu. Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang pawang (dukun) yang dapat membuat pemain dalam keadaan tidak sadar.Begalan adalah salah satu acara dalam rangkaian upacara perkawinan adat Banyumas. Kesenian ini hidup di daerah Bangumas pada umumnya juga terdapat di Cilacap, Purbalingga maupun di daerah di luar Kabupaten Banyumas. Yang bersifat khas Banyumas antara lain Calung, Begalan dan Dalang Jemblung.f. Calung dari BanyumasCalung adalah suatu bentuk kesenian rakyat dengan menggunakan bunyi- bunyian semacam gambang yang terbuat dari bambu, lagu-lagu yang dibawakan merupakan gending Jawa khas Banyumas. Juga dapat untuk mengiringi tarian yang diperagakan oleh beberapa penari wanita. Sedangkan untuk Begalan biasanya diselenggarakan oleh keluarga yang baru pertama kalinya mengawinkan anaknya. Yang mengadakan upacara ini adalah dari pihak orang tua mempelai wanita.g. Kuda Lumping (Jaran Kepang) dari TemanggungKesenian ini diperagakan secara massal, sering dipentaskan untuk menyambut tamu -tamu resmi atau biasanya diadakan pada waktu upacarah. Lengger dari WonosoboKesenian khas Wonosobo ini dimainkan oleh dua orang laki-laki yang masing-masing berperan sebagai seorang pria dan seorang wanita. Diiringi dengan bunyi-bunyian yang antara lain berupa Angklung bernada Jawa. Tarian ini mengisahkan ceritera Dewi Chandrakirana yang sedang mencari suaminya yang pergi tanpa pamit. Dalam pencariannya itu ia diganggu oleh raksasa yang digambarkan memakai topeng. Pada puncak tarian penari mencapai keadaan tidak sadar.i. Jatilan dari MagelangPertunjukan ini biasanya dimainkan oleh delapan orang yang dipimpin oleh seorang pawang yang diiringi dengan bunyi-bunyian berupa bende, kenong dll. Dan pada puncaknya pemain dapat mencapai tak sadar.j. Tarian Jlantur dari BoyolaliSebuah tarian yang dimainkan oleh 40 orang pria dengan memakai ikat kepala gaya turki. Tariannya dilakukan dengan menaiki kuda kepang dengan senjata tombak dan pedang. Tarian ini menggambarkan prajurit yang akan berangkat ke medan perang, dahulu merupakan tarian penyalur semangat kepahlawanan dari keturunan prajurit Diponegoro.k. Ketek Ogleng dari WonogiriKesenian yang diangkat dari ceritera Panji, mengisahkan cinta kasih klasik pada jaman kerajaan Kediri. Ceritera ini kemudian diubah menurut selera rakyat setempat menjadi kesenian pertunjukan Ketek Ogleng yang mengisahkan percintaan antara Endang Roro Tompe dengan Ketek Ogleng. Penampilannya dititik beratkan pada suguhan tarian akrobatis gaya kera (Ketek Ogleng) yang dimainkan oleh seorang dengan berpakaian kera seperti wayang orang. Tarian akrobatis ini di antara lain dipertunjukan di atas seutas tali.3. Tari Garapan Baru (Kreasi Baru)Meskipun namanya 'baru' tetapi semua tari yang termasuk jenis ini tidak meninggalkan unsur-unsur yang ada dari jenis tari klasik maupun tradisional. Sebagai contoh :a. Tari PrawirogunoTari ini menggambarkan seorang prajurit yang sedang berlatih diri dengan perlengkapan senjata berupa pedang untuk menyerang musuh dan juga tameng sebagai alat untuk melindungi diri.b. Tari Tepak-Tepak PutriTari yang menggambarkan kelincahan gerak remaja-remaja putri sedang bersuka ria memainkan rebana, dengan iringan pujian atau syair yang bernafas Islam
indonesia saat ini
Cogan kata: "Bhinneka Tunggal Ika" (Bahasa Jawa Kuno)"Bersatu dalam kepelbagaian"Ideologi: Pancasila
Lagu: Indonesia Raya
Ibu negara(dan bandar raya terbesar)
Jakarta6°10.5′S, 106°49.7′E
Bahasa rasmi
Bahasa Indonesia (Melayu)
Kerajaan
Republik
-
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono
-
Naib Presiden
Jusuf Kalla
Kemerdekaan
-
Diisytiharkan
17 Ogos 1945, sebelumnya: Hindia Belanda
-
Air (%)
4.85
Penduduk
-
Anggaran 2005
222,781,000 (4)
-
Banci 2000
206,264,595
KDNK (PPP)
Anggaran 2005
-
Jumlah
US$977.4 bilion (15)
-
Per kapita
US$4,458 (110)
HDI (2004)
▲ 0.711 (sederhana) (108)
Mata wang
Rupiah (IDR)
Zon waktu
pelbagai (UTC+7 to +9)
Internet TLD
.id
Kod panggilan
+62
Republik Indonesia ialah sebuah negara kepulauan yang juga disebut sebagai Nusantara (Kepulauan Antara) yang terletak di antara tanah besar Asia Tenggara dan Australia dan antara Lautan Hindi dan Lautan Pasifik. Indonesia bersempadankan Malaysia di Kalimantan, Papua New Guinea di pulau Papua, dan Timor Leste di pulau Timor. Negara jiran lain termasuklah Singapura, Filipina, Australia dan wilayah India Kepulauan Andaman dan Nicobar. Ibu negara Indonesia ialah Jakarta.
Dengan 17,508 pulau, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk seramai 222 juta orang pada 2006[1], ia merupakan negara keempat paling banyak penduduk dan negara berpenduduk Muslim yang terbesar di dunia, walaupun secara rasminya ia bukanlah sebuah negara Islam. Indonesia merupakan sebuah republik, dengan parlimen dan presiden yang dipilih secara langsung.
Sejarah
Rencana utama: Sejarah Indonesia
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Sumatera dan Jawa pernah mencapai kejayaannya dengan wilayah meliputi negara Malaysia dan pulau Mindanao semasa Majapahit sejak abad ke-7 hingga abad ke-14. Kedatangan pedagang-pedagang Arab dari Gujarat, India kemudian membawa agama Islam yang akhirnya menjadi agama terbesar.
Ketika orang-orang Eropah datang pada awal abad ke-16, mereka telah menemui beberapa negara kecil. Negara-negara kecil ini dengan mudah dikuasai oleh mereka yang ingin menguasai perdagangan rempah. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai kuasa yang terkuat di antara negara-negara Eropah, mengalahkan British dan Portugis (kecuali untuk tanah jajahan mereka di Timor Timur). Belanda menguasai Indonesia sebagai tanah jajahan hingga Perang Dunia II, awalnya melalui Syarikat Hindia Timur Belanda (VOC), dan kemudiannya dijajah secara langsung oleh pihak Belanda sejak awal abad ke-19.
Semasa Perang Dunia II, Belanda dijajah oleh Jerman, manakala Jepun menguasai Indonesia. Setelah menawan Indonesia pada tahun 1942, pihak Jepun mendapati bahawa para pejuang Indonesia merupakan rakan perdagangan yang sudi bekerjasama dan bersedia mengerahkan pahlawan bila diperlukan. Sukarno, Mohammad Hatta, KH Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara kemudiannya diberikan penghargaan oleh Maharaja Jepun pada tahun 1943.
Pada Mac 1945, pihak Jepun membentuk sebuah jawatan kuasa untuk kemerdekaan Indonesia; di bawah tekanan pertubuhan-pertubuhan pemuda, kelompok pimpinan Sukarno mengisytiharkan kemerdekaan Indonesia selepas perang Pasifik berakhir pada tahun 1945 Sukarno menjadi presiden pertama Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai naib presiden. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda menurunkan angkatan tentera mereka. Usaha-usaha berdarah untuk membendung pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenali sebagai 'tindakan polis' (Actie Politioneel). Di bawah tekanan perlawanan rakyat dan tentera Indonesia, Belanda akhirnya menarik tenteranya pada 27 Disember 1949.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Presiden Sukarno mengikuti gerakan berkecuali pada awalnya dan kemudian dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat China dan Yugoslavia. Pada masa itu kekuatan ketenteraan Indonesia menjadi terbesar di Asia setelah Republik Rakyat China. Tahun 1960-an menyaksikan konfrontasi tentera terhadap Malaysia, negara jirannya yang dianggap sebagai negara bentukan Britain.
Jeneral Suharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara daripada ancaman komunisme terhadap Sukarno yang kini semakin lemah. Setelah Suharto berkuasa, beratus-ratus ribu warganegara Indonesia yang disyaki memihak kepada komunis telah dibunuh. Tempoh pemerintahan Suharto selama 32 tahun dinamakan Order Baru, dibandingkan dengan masa pemerintahan Sukarno yang disebut Order Lama.
Suharto berjaya mendapatkan pelaburan luar negeri yang besar untuk Indonesia, dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, meskipun tidak merata, di Indonesia. Pada awal regim Order Baru, strategi ekonomi negara telah dibuat oleh sekelompok ahli ekonomi lulusan Fakulti Ekonomi Universiti California, Berkeley yang digelarkan "Kelompok Berkeley". Namun, Suharto menambah kekayaan diri serta keluarganya melalui amalan rasuah yang meluas dan beliau akhirnya dipaksa melepaskan jawatannya setelah tercetusnya tunjuk perasaan secara besar-besaran dan keadaan ekonomi negara yang semakin memburuk pada tahun 1998.
Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Baharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 , Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden Indonesia yang terkini.
Geografi
Rencana utama: Geografi Indonesia
Indonesia ialah sebuah negara yang mengandungi banyak pulau gunung berapi. Pulau Sangeang Api merupakan satu contoh.
Negara Indonesia terletak di antara:
6º U – 11º S dan 95º T - 141º T;
Lautan Pasifik dengan Lautan Hindi; dan
benua Asia dengan benua Australia; serta
pada pertemuan dua banjaran, iaitu Banjaran Pasifik dan Banjaran Mediterranean.
Indonesia mempunyai 18,018 buah pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa dan oleh itu, beriklim tropika. Hanya sekitar 7,000 buah pulau berpenghuni. Lima pulau yang terbesar ialah Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, dengan Pulau Jawa mempunyai setengah daripada jumlah penduduk Indonesia dan merupakan pulau yang terpadat.
Indonesia juga terletak di plat tektonik. Ini bermakna bahawa Indonesia sering mengalami gempa bumi dan tsunami. Kedudukan ini juga menyebabkan Indonesia memiliki sekurang-kurang 66 buah gunung berapi, termasuk Gunung Krakatau, sebuah gunung berapi yang paling terkenal di antara Sumatera dan Jawa, tetapi kini sudah hapus.
Flora dan fauna amat berbeza antara Kalimantan, Bali, serta pulau-pulau barat di satu bahagian, dan Sulawesi, Lombok, serta pulau-pulau yang lebih timur di bahagian yang lain. Sempadan ekologi ini digelarkan Garis Wallace, sempena nama penemunya. Garis ini sering digunakan sebagai sempadan antara Asia dan Australasia dan oleh itu, menyebabkan Indonesia merupakan sebuah negara dwibenua.
Provinsi dan bandar besar
Provinsi
Rencana utama: Senarai Provinsi Indonesia
Indonesia ialah negara yang terluas di Asia Tenggara. Untuk memudahkan pentadbiran, negara ini dibahagikan kepada 33 provinsi (termasuk dua Daerah Istimewa (DI), iaitu Nanggroe Aceh Darussalam dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta satu Daerah Khusus Ibu kota (DKI), iaitu Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya. Sebelum era Reformasi, Indonesia hanya memiliki 27 provinsi, dengan Timor Timur merupakan provinsi ke-27 pada Julai 1976. Bagaimanapun, Timor Timur telah pun memisahkan diri melalui pemungutan suara menjadi negara Timor Leste pada 20 Mei 2002.
Indonesia saat ini sedang menjalankan autonomi untuk setiap provinsinya dengan tujuan memberikan peluang pembangunan yang sama rata di seluruh negara. Selain autonomi, pemerintah Indonesia kini sedang menjalankan prinsip pengagihan kuasa pusat untuk provinsi-provinsinya.
Yang berikut adalah senarai provinsi di Indonesia :
Sumatera
Nanggroe Aceh Darussalam
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Jawa
Ibu Kota Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta
Jawa Timur
Kepulauan Sunda
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Kepulauan Maluku
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Papua
Bandar terbesar
Sepuluh bandar terbesar di Indonesia mengikut susunan, adalah seperti berikut :
Jakarta: ibu negara Indonesia, pusat pemerintahan, serta pusat perdagangan
Surabaya: ibu kota Jawa Timur, serta kota pelabuhan kedua terbesar
Medan: ibu kota Sumatera Utara, serta pusat perdagangan di Sumatera
Bandung: ibu kota Jawa Barat, serta pusat pendidikan teknologi Indonesia
Palembang: ibu kota Sumatera Selatan yang merupakan pusat pemerintahan kerajaan Srivijaya pada satu ketika dahulu
Makassar (dahulu Ujung Pandang): ibu kota Sulawesi Selatan, serta kota terbesar di Pulau Sulawesi
Balikpapan: kota di Kalimantan Timur,serta Pusat Ekonomi dan Pemerintahan Kalimantan
Semarang: ibu kota Jawa Tengah
Yogyakarta: ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, serta pusat kebudayaan Indonesia
Denpasar: ibu kota Bali, serta destinasi pelancongan tempat peranginan pantai di Indonesia.
Demografi
Rencana utama: Demografi Indonesia
Jumlah penduduk Indonesia mengikut bancian tahun 2000 ialah 206 juta orang,[2] dan Biro Statistik Pusat Indonesia dan Statistik Indonesia mengganggarkan populasi sebanyak 222 juta pada 2006.[1] Pembahagian penduduk Indonesia ada dalam dua kelompok. Belahan barat Indonesia sebahagian besar beretnik Melayu dan bahagian timur Indonesia beretnik Papua. Selain itu ada juga penduduk pendatang yang jumlahnya kecil iaitu etnik Cina, India, dan Arab. Sebahagian besar penduduk Indonesia menganut agama Islam (86.1% mengikut banci 2000)[3] dan sisanya penganut agama Kristian (8.7%), Hindu (3%), Buddha (1.8%), dan sebagainya.
Taburan penduduk Indonesia tidak serata. Pulau Jawa yang merupakan pusat pemerintahan ialah pulau yang terpadat, dengan setengah daripada jumlah penduduknya. Kenaikan kadar pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi. Penduduk Indonesia yang mendiami pulau-pulau di sebelah utara sangat sedikit, berbanding dengan negara-negara berjiran yang besar seperti Jepun, China dan India. Dengan demikian, daerah-daerah Indonesia yang agak kosong beserta kekayaan alamnya berpotensi menjadi sasaran untuk dasar-dasar lebensraum (dasar peluasan kuasa) oleh kuasa-kuasa di sebelah utara tersebut.
Politik
Rencana utama: Politik Indonesia
Garuda Pancasila adalah falsafah dasar negara Indonesia yang berasal daripada dua kata Sanskrit, "panca" yang bererti 'lima', dan "sila" yang bererti 'dasar'. Pancasila terdiri atas kelima-lima dasar yang amat berkait dan yang tidak dapat dipisahkan:
Kepercayaan kepada Tuhan
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Perpaduan Indonesia
Demokrasi yang dibimbing oleh kebijaksanaan yang berasal daripada pertimbangan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Indonesia mengamalkan sistem demokrasi yang diketuai oleh seorang presiden, dan Pancasila ini merupakan jiwa demokrasi. Demokrasi yang didasarkan atas lima dasar tersebut dinamakan Demokrasi Pancasila.
Ekonomi
Rencana utama: Ekonomi Indonesia
Industri Pertamina
Ekonomi Indonesia mengalami kemerosotan pada akhir dekad 1990-an, akibat Krisis Kewangan Asia yang melanda sebahagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah pulih. Indonesia mempunyai sumber semula jadi yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas asli, timah, tembaga, dan emas. Negara ini ialah pengeksport gas asli yang kedua terbesar di dunia tetapi akhir-akhir ini, Indonesia telah bermula menjadi pengimport bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah, dan lobak. Rakan-rakan perdagangan Indonesia yang terbesar ialah Jepun, dan Amerika Syarikat, serta negara-negara berjiran, iaitu Malaysia, Singapura, dan Australia. Meskipun kaya dengan sumber asli dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah kemiskinan yang sebahagian besar disebabkan rasuah yang menular dalam kerajaannya.
Bank pusat Indonesia ialah Bank Indonesia.
Sumber alam
Pokok kelapa sawit
Getah yang pernah dikenali sebagai "enam hitam" di Indonesia merupakan hasil utama pertukaran asing pada masa dahulu, dan kini merupakan pengeluar kedua terbesar selepas Malaysia.
Kelapa sawit: Kawasan perladangan kelapa sawit di Indonesia telah diperluas dengan pesat. Produk utama yang dieksport ialah minyak serta isirong sawit.
Tembakau: Kawasan perkebunan tembakau seluas 198,000 hektar pada tahun 1979, dengan 92% daripadanya ditanam oleh pekebun kecil ketika itu.
Logam: Emas dan perak dihasilkan oleh PT Aneka Tambang di daerah Banten Selatan, dan tembaga di Papua.
Asfalt: Perlombongan asfalt dilaksanakan di Sulawesi Tenggara. Terdapat 19 buah lombong, termasuk besar dan kecil, yang ditaksirkan berjumlah 28.5 juta tan.
Seni budaya
Rencana utama: Budaya di Indonesia
Indonesia terdiri daripada beratus-ratus suku kaum, dengan agama dan kepercayaan yang berbeza. Antara suku kaumnya termasuk Batak, Karo, Minangkabau dan Melayu. Islam merupakan agama rasmi dan utama di Indonesia. Agama-agama yang lain termasuk Kristian, Hindu dan Buddha juga diakui.
Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah
Para pemain muzik Melayu di Indonesia
Dari segi pakaian, warisan budaya yang paling terkenal di seluruh dunia ialah batik. Daerah-daerah yang terkenal untuk industri batik termasuk Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Pakaian-pakaian asli Indonesia dapat dikenali daripada ciri-cirinya yang berbeza-beza:
baju kurung dengan songketnya dari Sumatra Barat (Minangkabau)
songket palembang dengan motif yang indah berbenang emas dan sutra (Palembang)
kebaya
kain batik dari Jawa
kain ulos dari Sumatra Utara (Batak)
pakaian khas Dayak di Kalimantan
baju bodo dari Sulawesi Selatan
pakaian berkoteka dari Papua, dan sebagainya.
Seni pantun, gurindam, dan sebagainya kerap kali dipersembahkan dalam acara-acara seperti majlis kenduri perkahwinan, dan panggung seni. Silat adalah seni bela diri yang kekadang ditampilkan dalam acara-acara pertunjukkan dan biasanya diiringi oleh muzik tradisional gamelan dan lain-lain, sesuai dengan daerah asalnya.
Kesenian Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa budaya. Terdapat sebuah candi Hindu dari abad ke-10 di Jawa. Tarian Jawa dan Bali yang terkenal, misalnya, mengandungi aspek-aspek kebudayaan dan mitos Hindu. Banyak juga seni tarian yang mengandungi nilai-nilai Islam, antaranya Tarian Saman Meusukat di daerah Sumatera dan Tarian Seudati di Nanggroe Aceh Darussalam. Banyak pula Seni tarian yang tidak mengandungi nilai-nilai Islam seperti Reog Ponorogo (Jawa Timur) dan Tari Kecak (Bali). Selain itu, yang paling terkenal di dunia ialah wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah mitologi.
Terdapat banyak jenis muzik Indonesia, baik tradisional mahupun moden. Muzik tradisional Indonesia termasuklah keroncong Jawa dikenal oleh semua rakyat Indonesia dan sampai ke luar negara. Banyak Alat-alat muzik tradisional Indonesia yang terkenal di dunia, misalnya Angklung yang berasal dari Jawa Barat. Ada juga muzik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut.
Dangdut merupakan gabungan muzik Melayu, India, dan muzik tradisional lain Indonesia. Muzik ini dipanggil "dangdut" kerana muziknya bergema dengan bunyi 'dang' dan 'dut' serta kerana muzik dangdut lebih dikuasai oleh bunyi gendang dan seruling. Lagu-lagu dangdut biasanya didendangkan oleh pedangdut dengan goyangannya yang seronok dan lemah gemalai sesuai dengan kecepatan lagu. Ada pelbagai macam corak muzik dangdut, antaranya:
Dangdut Melayu
Dangdut Moden (dangdut masa kini yang alat muzik telah ditambah dengan alat muzik moden)
Dangdut Pesisir (lagu dangdut tradisional Jawa, Sunda, dll).
Pada tahun 70-an, dangdut lebih dikenali sebagai genre muzik orkestra Melayu, dan semakin menjadi popular mulai daripada dekad 80-an. Muzik dangdut juga digemari oleh orang-orang Jepun dengan pedangdut-pedangdut seperti Camelia Malik dan Elvi Sukaesih dijemput menyanyi dangdut di Jepun.
Selain dangdut, banyak lagi lagu yang diciptakan oleh orang-orang Indonesia. Lagu yang paling dikenal dan merakyat ialah Lagu perjuangan (Misalnya "Maju tak Gentar" oleh C. Simanjuntak), lagu daerah (Misalnya "Rasa Sayange" dari Maluku), dan lagu anak-anak (Misalnya "Balonku" oleh NN
Lagu: Indonesia Raya
Ibu negara(dan bandar raya terbesar)
Jakarta6°10.5′S, 106°49.7′E
Bahasa rasmi
Bahasa Indonesia (Melayu)
Kerajaan
Republik
-
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono
-
Naib Presiden
Jusuf Kalla
Kemerdekaan
-
Diisytiharkan
17 Ogos 1945, sebelumnya: Hindia Belanda
-
Air (%)
4.85
Penduduk
-
Anggaran 2005
222,781,000 (4)
-
Banci 2000
206,264,595
KDNK (PPP)
Anggaran 2005
-
Jumlah
US$977.4 bilion (15)
-
Per kapita
US$4,458 (110)
HDI (2004)
▲ 0.711 (sederhana) (108)
Mata wang
Rupiah (IDR)
Zon waktu
pelbagai (UTC+7 to +9)
Internet TLD
.id
Kod panggilan
+62
Republik Indonesia ialah sebuah negara kepulauan yang juga disebut sebagai Nusantara (Kepulauan Antara) yang terletak di antara tanah besar Asia Tenggara dan Australia dan antara Lautan Hindi dan Lautan Pasifik. Indonesia bersempadankan Malaysia di Kalimantan, Papua New Guinea di pulau Papua, dan Timor Leste di pulau Timor. Negara jiran lain termasuklah Singapura, Filipina, Australia dan wilayah India Kepulauan Andaman dan Nicobar. Ibu negara Indonesia ialah Jakarta.
Dengan 17,508 pulau, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk seramai 222 juta orang pada 2006[1], ia merupakan negara keempat paling banyak penduduk dan negara berpenduduk Muslim yang terbesar di dunia, walaupun secara rasminya ia bukanlah sebuah negara Islam. Indonesia merupakan sebuah republik, dengan parlimen dan presiden yang dipilih secara langsung.
Sejarah
Rencana utama: Sejarah Indonesia
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Sumatera dan Jawa pernah mencapai kejayaannya dengan wilayah meliputi negara Malaysia dan pulau Mindanao semasa Majapahit sejak abad ke-7 hingga abad ke-14. Kedatangan pedagang-pedagang Arab dari Gujarat, India kemudian membawa agama Islam yang akhirnya menjadi agama terbesar.
Ketika orang-orang Eropah datang pada awal abad ke-16, mereka telah menemui beberapa negara kecil. Negara-negara kecil ini dengan mudah dikuasai oleh mereka yang ingin menguasai perdagangan rempah. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai kuasa yang terkuat di antara negara-negara Eropah, mengalahkan British dan Portugis (kecuali untuk tanah jajahan mereka di Timor Timur). Belanda menguasai Indonesia sebagai tanah jajahan hingga Perang Dunia II, awalnya melalui Syarikat Hindia Timur Belanda (VOC), dan kemudiannya dijajah secara langsung oleh pihak Belanda sejak awal abad ke-19.
Semasa Perang Dunia II, Belanda dijajah oleh Jerman, manakala Jepun menguasai Indonesia. Setelah menawan Indonesia pada tahun 1942, pihak Jepun mendapati bahawa para pejuang Indonesia merupakan rakan perdagangan yang sudi bekerjasama dan bersedia mengerahkan pahlawan bila diperlukan. Sukarno, Mohammad Hatta, KH Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara kemudiannya diberikan penghargaan oleh Maharaja Jepun pada tahun 1943.
Pada Mac 1945, pihak Jepun membentuk sebuah jawatan kuasa untuk kemerdekaan Indonesia; di bawah tekanan pertubuhan-pertubuhan pemuda, kelompok pimpinan Sukarno mengisytiharkan kemerdekaan Indonesia selepas perang Pasifik berakhir pada tahun 1945 Sukarno menjadi presiden pertama Indonesia dengan Mohammad Hatta sebagai naib presiden. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda menurunkan angkatan tentera mereka. Usaha-usaha berdarah untuk membendung pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenali sebagai 'tindakan polis' (Actie Politioneel). Di bawah tekanan perlawanan rakyat dan tentera Indonesia, Belanda akhirnya menarik tenteranya pada 27 Disember 1949.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Presiden Sukarno mengikuti gerakan berkecuali pada awalnya dan kemudian dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat China dan Yugoslavia. Pada masa itu kekuatan ketenteraan Indonesia menjadi terbesar di Asia setelah Republik Rakyat China. Tahun 1960-an menyaksikan konfrontasi tentera terhadap Malaysia, negara jirannya yang dianggap sebagai negara bentukan Britain.
Jeneral Suharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara daripada ancaman komunisme terhadap Sukarno yang kini semakin lemah. Setelah Suharto berkuasa, beratus-ratus ribu warganegara Indonesia yang disyaki memihak kepada komunis telah dibunuh. Tempoh pemerintahan Suharto selama 32 tahun dinamakan Order Baru, dibandingkan dengan masa pemerintahan Sukarno yang disebut Order Lama.
Suharto berjaya mendapatkan pelaburan luar negeri yang besar untuk Indonesia, dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang pesat, meskipun tidak merata, di Indonesia. Pada awal regim Order Baru, strategi ekonomi negara telah dibuat oleh sekelompok ahli ekonomi lulusan Fakulti Ekonomi Universiti California, Berkeley yang digelarkan "Kelompok Berkeley". Namun, Suharto menambah kekayaan diri serta keluarganya melalui amalan rasuah yang meluas dan beliau akhirnya dipaksa melepaskan jawatannya setelah tercetusnya tunjuk perasaan secara besar-besaran dan keadaan ekonomi negara yang semakin memburuk pada tahun 1998.
Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Baharuddin Jusuf Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 , Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden Indonesia yang terkini.
Geografi
Rencana utama: Geografi Indonesia
Indonesia ialah sebuah negara yang mengandungi banyak pulau gunung berapi. Pulau Sangeang Api merupakan satu contoh.
Negara Indonesia terletak di antara:
6º U – 11º S dan 95º T - 141º T;
Lautan Pasifik dengan Lautan Hindi; dan
benua Asia dengan benua Australia; serta
pada pertemuan dua banjaran, iaitu Banjaran Pasifik dan Banjaran Mediterranean.
Indonesia mempunyai 18,018 buah pulau yang tersebar di sekitar khatulistiwa dan oleh itu, beriklim tropika. Hanya sekitar 7,000 buah pulau berpenghuni. Lima pulau yang terbesar ialah Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, dengan Pulau Jawa mempunyai setengah daripada jumlah penduduk Indonesia dan merupakan pulau yang terpadat.
Indonesia juga terletak di plat tektonik. Ini bermakna bahawa Indonesia sering mengalami gempa bumi dan tsunami. Kedudukan ini juga menyebabkan Indonesia memiliki sekurang-kurang 66 buah gunung berapi, termasuk Gunung Krakatau, sebuah gunung berapi yang paling terkenal di antara Sumatera dan Jawa, tetapi kini sudah hapus.
Flora dan fauna amat berbeza antara Kalimantan, Bali, serta pulau-pulau barat di satu bahagian, dan Sulawesi, Lombok, serta pulau-pulau yang lebih timur di bahagian yang lain. Sempadan ekologi ini digelarkan Garis Wallace, sempena nama penemunya. Garis ini sering digunakan sebagai sempadan antara Asia dan Australasia dan oleh itu, menyebabkan Indonesia merupakan sebuah negara dwibenua.
Provinsi dan bandar besar
Provinsi
Rencana utama: Senarai Provinsi Indonesia
Indonesia ialah negara yang terluas di Asia Tenggara. Untuk memudahkan pentadbiran, negara ini dibahagikan kepada 33 provinsi (termasuk dua Daerah Istimewa (DI), iaitu Nanggroe Aceh Darussalam dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta satu Daerah Khusus Ibu kota (DKI), iaitu Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya. Sebelum era Reformasi, Indonesia hanya memiliki 27 provinsi, dengan Timor Timur merupakan provinsi ke-27 pada Julai 1976. Bagaimanapun, Timor Timur telah pun memisahkan diri melalui pemungutan suara menjadi negara Timor Leste pada 20 Mei 2002.
Indonesia saat ini sedang menjalankan autonomi untuk setiap provinsinya dengan tujuan memberikan peluang pembangunan yang sama rata di seluruh negara. Selain autonomi, pemerintah Indonesia kini sedang menjalankan prinsip pengagihan kuasa pusat untuk provinsi-provinsinya.
Yang berikut adalah senarai provinsi di Indonesia :
Sumatera
Nanggroe Aceh Darussalam
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Sumatera Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu
Lampung
Jawa
Ibu Kota Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Daerah Istimewa Yogyakarta
Jawa Timur
Kepulauan Sunda
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Sulawesi
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Kepulauan Maluku
Maluku
Maluku Utara
Papua
Papua Barat
Papua
Bandar terbesar
Sepuluh bandar terbesar di Indonesia mengikut susunan, adalah seperti berikut :
Jakarta: ibu negara Indonesia, pusat pemerintahan, serta pusat perdagangan
Surabaya: ibu kota Jawa Timur, serta kota pelabuhan kedua terbesar
Medan: ibu kota Sumatera Utara, serta pusat perdagangan di Sumatera
Bandung: ibu kota Jawa Barat, serta pusat pendidikan teknologi Indonesia
Palembang: ibu kota Sumatera Selatan yang merupakan pusat pemerintahan kerajaan Srivijaya pada satu ketika dahulu
Makassar (dahulu Ujung Pandang): ibu kota Sulawesi Selatan, serta kota terbesar di Pulau Sulawesi
Balikpapan: kota di Kalimantan Timur,serta Pusat Ekonomi dan Pemerintahan Kalimantan
Semarang: ibu kota Jawa Tengah
Yogyakarta: ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta, serta pusat kebudayaan Indonesia
Denpasar: ibu kota Bali, serta destinasi pelancongan tempat peranginan pantai di Indonesia.
Demografi
Rencana utama: Demografi Indonesia
Jumlah penduduk Indonesia mengikut bancian tahun 2000 ialah 206 juta orang,[2] dan Biro Statistik Pusat Indonesia dan Statistik Indonesia mengganggarkan populasi sebanyak 222 juta pada 2006.[1] Pembahagian penduduk Indonesia ada dalam dua kelompok. Belahan barat Indonesia sebahagian besar beretnik Melayu dan bahagian timur Indonesia beretnik Papua. Selain itu ada juga penduduk pendatang yang jumlahnya kecil iaitu etnik Cina, India, dan Arab. Sebahagian besar penduduk Indonesia menganut agama Islam (86.1% mengikut banci 2000)[3] dan sisanya penganut agama Kristian (8.7%), Hindu (3%), Buddha (1.8%), dan sebagainya.
Taburan penduduk Indonesia tidak serata. Pulau Jawa yang merupakan pusat pemerintahan ialah pulau yang terpadat, dengan setengah daripada jumlah penduduknya. Kenaikan kadar pertumbuhan penduduk Indonesia cukup tinggi. Penduduk Indonesia yang mendiami pulau-pulau di sebelah utara sangat sedikit, berbanding dengan negara-negara berjiran yang besar seperti Jepun, China dan India. Dengan demikian, daerah-daerah Indonesia yang agak kosong beserta kekayaan alamnya berpotensi menjadi sasaran untuk dasar-dasar lebensraum (dasar peluasan kuasa) oleh kuasa-kuasa di sebelah utara tersebut.
Politik
Rencana utama: Politik Indonesia
Garuda Pancasila adalah falsafah dasar negara Indonesia yang berasal daripada dua kata Sanskrit, "panca" yang bererti 'lima', dan "sila" yang bererti 'dasar'. Pancasila terdiri atas kelima-lima dasar yang amat berkait dan yang tidak dapat dipisahkan:
Kepercayaan kepada Tuhan
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Perpaduan Indonesia
Demokrasi yang dibimbing oleh kebijaksanaan yang berasal daripada pertimbangan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Indonesia mengamalkan sistem demokrasi yang diketuai oleh seorang presiden, dan Pancasila ini merupakan jiwa demokrasi. Demokrasi yang didasarkan atas lima dasar tersebut dinamakan Demokrasi Pancasila.
Ekonomi
Rencana utama: Ekonomi Indonesia
Industri Pertamina
Ekonomi Indonesia mengalami kemerosotan pada akhir dekad 1990-an, akibat Krisis Kewangan Asia yang melanda sebahagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah pulih. Indonesia mempunyai sumber semula jadi yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas asli, timah, tembaga, dan emas. Negara ini ialah pengeksport gas asli yang kedua terbesar di dunia tetapi akhir-akhir ini, Indonesia telah bermula menjadi pengimport bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah, dan lobak. Rakan-rakan perdagangan Indonesia yang terbesar ialah Jepun, dan Amerika Syarikat, serta negara-negara berjiran, iaitu Malaysia, Singapura, dan Australia. Meskipun kaya dengan sumber asli dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah kemiskinan yang sebahagian besar disebabkan rasuah yang menular dalam kerajaannya.
Bank pusat Indonesia ialah Bank Indonesia.
Sumber alam
Pokok kelapa sawit
Getah yang pernah dikenali sebagai "enam hitam" di Indonesia merupakan hasil utama pertukaran asing pada masa dahulu, dan kini merupakan pengeluar kedua terbesar selepas Malaysia.
Kelapa sawit: Kawasan perladangan kelapa sawit di Indonesia telah diperluas dengan pesat. Produk utama yang dieksport ialah minyak serta isirong sawit.
Tembakau: Kawasan perkebunan tembakau seluas 198,000 hektar pada tahun 1979, dengan 92% daripadanya ditanam oleh pekebun kecil ketika itu.
Logam: Emas dan perak dihasilkan oleh PT Aneka Tambang di daerah Banten Selatan, dan tembaga di Papua.
Asfalt: Perlombongan asfalt dilaksanakan di Sulawesi Tenggara. Terdapat 19 buah lombong, termasuk besar dan kecil, yang ditaksirkan berjumlah 28.5 juta tan.
Seni budaya
Rencana utama: Budaya di Indonesia
Indonesia terdiri daripada beratus-ratus suku kaum, dengan agama dan kepercayaan yang berbeza. Antara suku kaumnya termasuk Batak, Karo, Minangkabau dan Melayu. Islam merupakan agama rasmi dan utama di Indonesia. Agama-agama yang lain termasuk Kristian, Hindu dan Buddha juga diakui.
Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah
Para pemain muzik Melayu di Indonesia
Dari segi pakaian, warisan budaya yang paling terkenal di seluruh dunia ialah batik. Daerah-daerah yang terkenal untuk industri batik termasuk Yogyakarta, Solo, dan Pekalongan. Pakaian-pakaian asli Indonesia dapat dikenali daripada ciri-cirinya yang berbeza-beza:
baju kurung dengan songketnya dari Sumatra Barat (Minangkabau)
songket palembang dengan motif yang indah berbenang emas dan sutra (Palembang)
kebaya
kain batik dari Jawa
kain ulos dari Sumatra Utara (Batak)
pakaian khas Dayak di Kalimantan
baju bodo dari Sulawesi Selatan
pakaian berkoteka dari Papua, dan sebagainya.
Seni pantun, gurindam, dan sebagainya kerap kali dipersembahkan dalam acara-acara seperti majlis kenduri perkahwinan, dan panggung seni. Silat adalah seni bela diri yang kekadang ditampilkan dalam acara-acara pertunjukkan dan biasanya diiringi oleh muzik tradisional gamelan dan lain-lain, sesuai dengan daerah asalnya.
Kesenian Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa budaya. Terdapat sebuah candi Hindu dari abad ke-10 di Jawa. Tarian Jawa dan Bali yang terkenal, misalnya, mengandungi aspek-aspek kebudayaan dan mitos Hindu. Banyak juga seni tarian yang mengandungi nilai-nilai Islam, antaranya Tarian Saman Meusukat di daerah Sumatera dan Tarian Seudati di Nanggroe Aceh Darussalam. Banyak pula Seni tarian yang tidak mengandungi nilai-nilai Islam seperti Reog Ponorogo (Jawa Timur) dan Tari Kecak (Bali). Selain itu, yang paling terkenal di dunia ialah wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah mitologi.
Terdapat banyak jenis muzik Indonesia, baik tradisional mahupun moden. Muzik tradisional Indonesia termasuklah keroncong Jawa dikenal oleh semua rakyat Indonesia dan sampai ke luar negara. Banyak Alat-alat muzik tradisional Indonesia yang terkenal di dunia, misalnya Angklung yang berasal dari Jawa Barat. Ada juga muzik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut.
Dangdut merupakan gabungan muzik Melayu, India, dan muzik tradisional lain Indonesia. Muzik ini dipanggil "dangdut" kerana muziknya bergema dengan bunyi 'dang' dan 'dut' serta kerana muzik dangdut lebih dikuasai oleh bunyi gendang dan seruling. Lagu-lagu dangdut biasanya didendangkan oleh pedangdut dengan goyangannya yang seronok dan lemah gemalai sesuai dengan kecepatan lagu. Ada pelbagai macam corak muzik dangdut, antaranya:
Dangdut Melayu
Dangdut Moden (dangdut masa kini yang alat muzik telah ditambah dengan alat muzik moden)
Dangdut Pesisir (lagu dangdut tradisional Jawa, Sunda, dll).
Pada tahun 70-an, dangdut lebih dikenali sebagai genre muzik orkestra Melayu, dan semakin menjadi popular mulai daripada dekad 80-an. Muzik dangdut juga digemari oleh orang-orang Jepun dengan pedangdut-pedangdut seperti Camelia Malik dan Elvi Sukaesih dijemput menyanyi dangdut di Jepun.
Selain dangdut, banyak lagi lagu yang diciptakan oleh orang-orang Indonesia. Lagu yang paling dikenal dan merakyat ialah Lagu perjuangan (Misalnya "Maju tak Gentar" oleh C. Simanjuntak), lagu daerah (Misalnya "Rasa Sayange" dari Maluku), dan lagu anak-anak (Misalnya "Balonku" oleh NN
Langganan:
Komentar (Atom)